39 Calon Kepsek SD Menunggu SK Bupati

39 Calon Kepsek SD Menunggu SK Bupati

39 Calon Kepsek SD Menunggu SK Bupati

NGAMPRAH – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat memastikan sudah menyiapkan 39 kepala sekolah

(kepsek) untuk di tempatkan di sejumlah sekolah dasar (SD) dari total 110 kepsek SD di seluruh Kabupaten Bandung Barat yang masih kosong kepemimpinan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang SD pada Disdik Kabupaten Bandung Barat Jalaludin di Ngamprah, kemarin.

Menurut dia, ke-39 kepsek yang sudah disiapkan tersebut saat ini tinggal menunggu surat keputusan (SK) Bupati Bandung Barat Abubakar. Mereka yang sudah terpilih ini sudah melalui berbagai proses yang sudah ditetapkan di antaranya soal pembinaan, kepemimpinan, pelatihan dan beberapa hal lainnya. Proses seleksi melibatkan Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kepala Sekolah (LP2KS). “Tinggal menunggu SK (bupati) saja. Supaya kekosongan kepsek di sekolah itu bisa secepatnya terisi,” ujarnya.

Diungkapkan Jalaludin, sisanya sebanyak 89 calon kepala sekolah tengah menjalani berbagai tes, pembinaan dan pelatihan. Mereka harus melalui berbagai tahapan agar lolos dalam ujian sebagai kepsek yang akan di tempatkan. “Mudah-mudahan sisanya ini dalam waktu dekat juga bisa lolos dalam ujian. Sehingga kekosongannya bisa terisi semuanya di setiap sekolah,” paparnya.

Menurut dia, untuk menempati jabatan kepsek memang tidak mudah. Dibutuhkan pengalaman serta

kemampuan yang maksimal dalam memimpin di sekolah. Sebab, segala persoalan menjadi tanggungjawab kepsek dalam menyelesaikan segala macam persoalan. “Memang tidak mudah makanya berbagai tes harus dilalui. Termasuk mereka harus memiliki sertifikasi sebagai kepsek,” tegasnya.

Menurut dia, tes akademik telah dilakukan selama dua hari dari Rabu-Kamis

(1-2 November 2017) dan nantinya ditindaklanjuti dengan diklat yang dijadwalkan Februari atau Maret 2018. Mereka yang ikut seleksi rata-rata usianya di bawah 54 tahun atau usia tidak lebih dari 56 tahun saat dilantik dengan pangkat golongan 3 C. “Jabatan kepala sekolah yang kosong itu sudah ada yang lebih dari dua tahun, tapi proses operasional sekolah tetap berjalan,” ujarnya. (drx/yan)

 

Sumber :

https://egriechen.info/