Jumlah Siswa Baru SD Melonjak, Disdik Kesulitan Siapkan Kelas

Jumlah Siswa Baru SD Melonjak, Disdik Kesulitan Siapkan Kelas

Jumlah Siswa Baru SD Melonjak, Disdik Kesulitan Siapkan Kelas

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam mengatakan

, saat ini peserta didik di SDN lebih dari 522 ribu jiwa.

Sementara ketersediaan ruang kelas dari 1.543 SDN cuma 12 ribu. Untuk membangun Ruang Kelas Baru (RKB), Pemkab Bogor pun hanya mampu membangun paling banyak 100 RKB karena keterbatasan APBD. Luthfie mengatakan itu saat dikonfirmasi wartawan di rung kerjanya, Jumat (15/3). Dengan begitu, selain MEMILIKI masalah ruang kelas atau sekolah rusak, Kabupaten Bogor juga kewalahan untuk menangani pertumbuhan rombongan belajar yang rata-rata mencapai 2,4 persen setiap tahun. RKB pun harus mengikuti pertumbuhan rombongan belajar tersebut.

 “Karena membangun RKB sama dengan merehabilitasi ruang kelas yang rusak

berat sama besar biayanya, untuk satu unit yang berisi 3 kelas itu bisa Rp600 juta,” Luthfie.

Namun, lanjutnya, Pemkab Bogor dalam dua tahun ini akan fokus pada merehabilitasi 900 ruang kelas rusak yang ditarget rampung pada 2020 mendatang.

Jumlah 900 unit merupakan sisa dari 12 ribu ruang kelas rusak di Bumi Tegar Beriman. Dia menjelaskan, banyaknya sekolah rusak karena dibangun pada masa instruksi presiden (inpres) pada rentang 197-1980 an.

“Untuk SDN saja kan kita ada 1.543 sekolah dengan fasilitas  12 ribuan ruang kelas

. Hampir semuanya rusak karena dibangun pada masa inpres dulu,” katanya.

Namun, Luthfie mengkhawatirkan, sekolah yang saat ini dalam kondisi rusak ringan atau rusak sedang akan menjadi rusak berat di kemudian hari. Itu disebabkan kondisi alam di Bumi Tegar Beriman yang tidak menentu.

“Tapi kita prediksi bangunan sekolah itu tahan 10 tahun sebelum rusak kembali. Makanya, nanti yang sekarang rusak ringan atau sedang menjadi rusak berat akan diperbaiki lagi secara bertahap,” katanya. (R1)

 

Sumber :

https://www.kakakpintar.id/