Pejabat PBB Ternyata Sudah Tak Pakai WhatsApp Sejak 2019

Pejabat PBB Ternyata Sudah Tak Pakai WhatsApp Sejak 2019

Pejabat PBB Ternyata Sudah Tak Pakai WhatsApp Sejak 2019

WhatsApp merupakan salah satu aplikasi chatting paling populer di dunia. Namun ternyata masih ada pengguna smartphone yang tidak memakainya, salah satunya adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (24/1/2020), keputusan ini diambil setelah salah satu ahli PBB

menyebut Arab Saudi menggunakan aplikasi chatting itu meretas smartphone CEO Amazon, Jeff Bezos.

Menurut seorang ahli di PPB, informasi yang diperoleh mengarah pada campur tangan pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salam, pada serangan siber ke bos Amazon tersebut pada 2018. Karenanya, sejak 2019, PBB tidak menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi.

Baca Juga

Sony Unggah Pesan Misterius Terkait PS5 di Twitter, Apa Gerangan?
3 Persoalan bagi Perkembangan Startup di Indonesia
Telkomsel Perkuat Kualitas Jaringan 4G di 5 Lokasi Wisata di Indonesia

“Pejabat PPB sudah diminta untuk tidak menggunakan WhatsApp,

sebab aplikasi itu dianggap tidak didukung mekanisme keamanan yang cukup,” tutur juru bicara PBB Farhan Haq saat ditanya kemungkinan Sekretaris Jendral PPB, Antonio Guterres, berkomunikasi dengan pimpinan negara lain via WhatApp.

Meski disebut sudah tidak lagi digunakan pejabat PPB, WhatsAp mengatakan aplikasinya sudah didukung sistem keamanan mumpuni untuk melindungi lebih dari 1,5 miliar pengguna.

“Teknologi enkripsi yang kami kembangkan bersama Signal sangat diapresiasi ahli keamanan dan tetap menjadi teknologi terbaik yang tersedia untuk orang-orang di seluruh,” tutur Direktur Komunikasi Carl Woog.

Perlu diketahui, peretasan smartphone Jeff Bezos ini diketahui terjadi pada 2018.

Peretasan ini terjadi setelah Bezos menerima pesan WhatsApp yang ternyata dikirim dari akun pribadi putra mahkota Arab Saudi.
2 dari 3 halaman
Cara Peretasan Smartphone Bezos
Jeff Bezos
Jeff Bezos (AP Photo/Ted S. Warren, File)

File jahat itu lantas menyusup ke smartphone milik pemilik bisnis Amazon tersebut. Demikian menurut hasil forensik digital yang telah dilakukan.

Analis menemukan bahwa penyusupan ke smartphone milik orang terkaya ini dipicu oleh sebuah video yang dikirimkan dari akun pangeran Mohammed ke Jeff Bezos.

Keduanya memang dikabarkan kerap bertukar pesan lewat WhatsApp. Menurut sumber anonim The Guardian, file video itu dikirimkan pada 1 Mei 2018.

Parahnya, data-data dalam jumlah sangat banyak diretas dari smartphone Bezos, hanya dalam waktu beberapa jam. Sayangnya, tidak diketahui data-data apa saja yang telah dicuri dari Bezos.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/