Pendidikan Harus Bernuansa Taman

Pendidikan Harus Bernuansa Taman

Pendidikan Harus Bernuansa Taman

Pendidikan merupakan kunci kemajuan yang berkualitas. Dengan pendidikan, dapat mewujudkan potensi diri

baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam mewujudkan potensi itu, harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan kegiatan pembelajaran. Sehingga, proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar.
Fakta membuktikan, pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan. Begitupun dengan tujuan pembuatan taman cerdas di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Bandung. ’’Taman cerdas ini bisa digunakan pelajar dengan gratis,” kata Kepala Sekolah SMKN 6 Ramdan, usai peresmian taman cerdas, kemarin (28/7).
SMKN 6 Bandung
EDY KOESMAN/BANDUNG EKSPRES

PARA PENDIDIK: Jajaran Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar bersama Kepsek SMKN 6 Bandung

Ramdan (kedua kanan) usai meresmikan taman cerdas.

Dia menjelaskan, melalui taman cerdas itu diharapkan proses pendidikan pada akhirnya akan bermuara pada pemahaman lingkungan. Keberhasilan pendidikan akan terasa manfaatnya manakala apa yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam realitas kehidupan. ’’Inilah salah satu sisi positif yang melatar belakangi pembuatan taman cerdas dengan pendekatan lingkungan,” tukas Ramdan.

Konsep sains dengan memberikan wi-fi secara gratis untuk pelajar di lingkungan SMKN 6 lanjut dia,

adalah memberi kemudahan memahami lingkungan sekitar. Lalu, keuntungan lainnya siswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan di luar sekolah melalui pengamatan pada situasi yang konkret.
Dampak positif dari diterapkannya pendekatan taman cerdas, siswa akan terpacu rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di dunia maya. ”Belajar berbasis internet memberikan nilai lebih, baik bagi siswa itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar,” jelas Ramdan.
Berkaca pada pemikiran Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, yang menata Kota Bandung dengan bernuansa taman. Dalam pandangan kepala sekolah yang mengedepankan silaturahmi sebagai ajang komunikasinya itu, tidak bersebrangan dengan paradigma yang dikembangkan Kementerian Pendidikan. ’’Wali Kota dan Menteri menginginkan sekolah harus dijadikan taman dalam pemikiran global,” ucap Ramdan.
Selain memberikan kemudahan menjelajahi dunia maya lewat wi-fi gratis, SMKN 6 kepada para siswa didiknya juga menyediakan warung laptop. ’’Siswa yang tidak memiliki gadget dapat menyewa laptop di sekolah hanya dengan Rp 500 per jamnya,” ujar Ramdan.
Di tempat yang sama, usai me-launching taman cerdas Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Tinggi Dinas Pendidikan Jawa Barat Doding Rusmin Nuryadin menyatakan, perkembangan SMKN 6 yang pesat selayaknya mendapat apresiasi. Sejalan dengan konsep Disdik Jabar, perjuangan SMKN 6 yang terus menerus meningkatkan kualitas pendidkan siswa-siswinya sesuai jurusan yang disandangnya, adalah contoh baik untuk sekolah lain. ’’Ini upaya yang baik dan sejalan dengan misi pendidikan nasional. Taman cerdas harus ditiru,” ujar Doding.

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/sejarah-kerajaan-bali/