Perangkat Pensteril Air Minum Berukuran Nano

Perangkat Pensteril Air Minum Berukuran Nano

Perangkat Pensteril Air Minum Berukuran Nano

KESULITAN mengakses air bersih untuk konsumsi manusia secara global di banyak negara menjadi ironi yang tidak terelakkan.

Tidak hanya sulit mengakses, secara global, sekitar 663 juta orang di seluruh dunia diperkirakan tidak memiliki akses ke air minum yang aman.

Dalam upaya menanggulangi fenomena yang ada, beberapa studi mencoba untuk menemukan cara yang efisien dalam mensterilkan cairan yang paling vital dalam hidup manusia tersebut, tapi itu terbukti sulit.

Kini para peneliti telah merancang perangkat guna memurnikan air dari bakteri (desinfektan), sehingga dapat memecahkan masalah ini. Alat itu bekerja melalui penggunaan sumber energi terbesar di dunia, yakni matahari.

Perangkat desinfektan air yang berukuran sangat kecil (nano) buatan para peneliti itu terbukti cepat membunuh bakteri sehingga air aman untuk diminum.

Perangkat nano itu dirancang para peneliti dari SLAC National Accelerator

Laboratory AS and Stanford University di California, yang ingin menciptakan sistem pemurnian air yang lebih efisien.

Selama ini, sinar matahari erat kaitannya dengan pemurnian air secara alami.

Melalui sinar ultraviolet matahari, air dapat dimurnikan selama 48 jam.

Namun, kecepatan pemurniannya tergolong sangat lambat, karena ketergantungan terhadap sinar ultraviolet yang hanya memiliki 4% dari total energi matahari.

Untuk mengatasi masalah itu, para peneliti mengembangkan

material baru dalam perangkat tersebut yang dapat memanen visible light, sinar yang mewakili sekitar 50% dari energi matahari.

Perangkat untuk mempercepat pemurnian air dengan tenaga surya itu terbuat dari film yang sangat tipis dari molibdenum disulfida, senyawa anorganik yang terdiri dari unsur molibdenum dan sulfur.

Perangkat nano itu memiliki ketebalan sekitar setengah ketebalan prangko

dan memiliki permukaan bergaris yang terdiri dari garis tipis film molibdenum disulfida, yang disebut sebagai nanoflakes.

Molibdenum disulfida biasanya digunakan sebagai pelumas industri, tetapi sifat-sifatnya berubah tergantung pada berapa banyak lapisan yang terdapat dalam material.

 

Baca Juga :