Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum

Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum

Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum

Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum

FASB sedang menyusun sebuah standar, “Hierarki Prinsip-prinsip Akuntansi yang Diterima Umum,” yang mendefinisikan arti dari prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. Standar ini menentukan sumber prinsip-prinsip akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Standar ini mengelompokkan sumber utama dari GAAP sebagai berikut: Standar, Interpretasi, dan Posisi Staf FASB; APB Opinions; dan Accounting Research Bulletins AICPA.
Isu-isu dalam Pelaporan Keuangan
Karena banyak kepentingan bisa dipengaruhi oleh implementasi standar akuntansi, maka tidaklah mengejutkan jka terdapat debat mengenai siapa yang pantas membuat standar akuntansi dan kepada siapa harus diterapkan. Beberapa isu penting antara lain:
Penerapan Standar dalam Lingkungan Politik
Standar akuntansi selain merupakan penemuan dari proses yang teliti dan empiris, juga merupakan produk yang empiris. Apakah proses politik diperlukan dalam penetapan standar akuntansi dan pelaporan keuangan? Mengapa tidak? Kita berpolitik di rumah; di sekolah; di perkumpulan mahasiswa pria, wanita, dan asrama; dikantor; di gereja, kuil, dan mesjid. Politik ada di mana-mana. Penetapan standar adalah bagian dari dunia nyata, dan kita tidak bisa menghindari politik serta tekanan politik. Jka kita mempertimbangkan konsekuuensi-konsekuensi ekonomi dari banyak standar akuntansi, maka tidaklah mengejutkan apabila kelompok tertentu menjadi sangat kritis dan vokal ketika stanndar dirancang. Hal yanng tidak boleh dilakukan oleh FASB adalah menerbitkan ketetapan yang semata bermotiff politik.
Kesenjangan Ekspektasi (Harapan)
Pengendalian internal adalah sistem pengecekan dan pencocokan yang dirancang untuk mencegah serta mendeteksi kecurangan dan kesalahan. Perusahaan memerlukan suatu pengendalian internal guna menunjukkan apakah ada masalah yang melekat pada cara perusahaan beroperasi. Namun, masih ada perusahaan yang dilaporkan memiliki kelemahan pengendalian internal. Kebanyakan masalah muncul pada saat proses tutup buku, defisiensi pengakuan pendapatan, rekonsiliasi akun, atau yang menyangkut persediaan. Apakah itu cukup? Kesenjangan Ekspektasi (expectations gap) merupakan apa yang menurut publik harus dilakukan akuntan, dan apa yang menurut akuntan bisa mereka lakukan, sulit dihilangkan. Kasus-kasus pelaporan yang curang selalu menimbulkan tanda tanya apakah profesi akuntansi telah berbuat secara semestinya. Walaupun bisa berkilah bahwa mereka tidak bisa bertanggung jawab atas setiap kekacauan keuangan, namun profesi akuntansi harus terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pengembangan sistem yang benar-benar transparan, jelas, dan terpercaya memerlukan sumber daya yang mahal.
Standar Akuntansi Internasional
Saat ini ada dua standar yang diterima untuk digunakan secara internasional- GAAP A.S. dan Internasional Financial Report Standards (IFRS) yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Boards (IASB) yang bermarkas di London. Perusahaan yang terdaftar di pasar saham negara lain masih diperbolehkan menggunakan GAAP A.S. Sebaliknya, perusahaan asing yang terdaftar di pasar modal A.S. diwajibkan untuk merekonsiliasi informasi keuangannya dengan GAAP A.S. Alasannya adalah bahwa GAAP A.S. lebih ekstensif dan rinci daripada standar IASB.
Etika dalam Lingkungan Akuntansi Keuangan
Dalam akuntansi, seperti dalam bidang bisnis lainnya, sering ditemukan dilema etika. Sebagian dari dilema ini adalah sederhana dan mudah diipecahkan. Namun banyak diantaranya kompleks dan tidak mudah. Sensitivitas etika dan proses pemiliihan alternatif ini bisa diperumit oleh tekanan-tekanan yang mungkin berbentuk tekanan waktu, tekanan kerja, tekanan klien, tekanan pribadi, dan tekanan rekan kerja.