Rahasia Meituan dan Grab Sabet Predikat Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

Rahasia Meituan dan Grab Sabet Predikat Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

Rahasia Meituan dan Grab Sabet Predikat Perusahaan Paling Inovatif di Dunia

Pekan lalu, Majalah bisnis terkemuka, Fast Company merilis daftar tahunan

“50 Perusahaan Paling Inovatif di Dunia”. Menariknya kini bukan lagi Apple atau Google, Facebook atau Twitter yang merajai.

Apple yang sebelumnya menjadi langganan posisi puncak, bahkan harus rela tergusur jauh. Tak tanggung-tanggung, peringkat perusahaan yang berbasis di Cupertino, California itu, melorot ke posisi 17.

Secara mengejutkan, dua unicorn Asia – layanan pengiriman berdasarkan permintaan di China Meituan Dianping dan perusahaan ride hailing di kawasan Asia Tenggara Grab, didaulat sebagai jawara di 2019.

Keberhasilan Meituan dan Grab merupakan tonggak baru bagi perusahaan Asia.

Ini adalah kali pertama sebuah perusahaan di luar AS terpilih sebagai perusahaan paling inovatif di dunia sejak Fast Company mulai menyusun peringkat tersebut pada 2008.

Dijuluki sebagai “Transactional Super Apps” oleh Fast Company, baik Meituan Dianping maupun Grab, diakui atas perubahan yang mereka usung ke ratusan juta konsumen Asia.

Tidak hanya mengubah cara orang membeli makanan dan memesan hotel dan perjalanan – tetapi juga dengan mengubah model bisnis lokal dengan mendigitalkan operasi dan mendorong pertumbuhan serta ekspansi perusahaan.

“Alasan super-aplikasi transaksional berakar di Asia, khususnya China,

adalah karena infrastruktur internet selular yang mapan dan popularitas pembayaran mobile di kawasan ini,” kata Zhang Yi, kepala eksekutif perusahaan riset iMedia.

China memiliki populasi online terbesar di dunia, dan sejak beberapa tahun terakhir, pembayaran selular adalah cara hidup di mana-mana di negara ini.

Sebagai platform teknologi, pencapaian Meituan Dianping memang mencengangkan. Pada paruh pertama 2018, perusahaan yang berbasis di Beijing ini, mampu mempercepat pemesanan dan pengiriman layanan seperti makanan, menginap di hotel, dan pemesanan tiket film — mencapai 27,7 miliar transaksi (senilai USD33,8 miliar) untuk lebih dari 350 juta orang di 2.800 kota.

Itu berarti menjangkau 1.783 layanan yang diaktifkan oleh Meituan setiap detik setiap hari, dengan setiap pelanggan menggunakannya rata-rata tiga kali seminggu.

Sementara itu, Grab, perusahaan trasnportasi online yang berbasis di Singapura, memaksa Uber keluar dari wilayah Asia Tenggara.

 

Baca Juga :