Space and Distance (Ruang dan Jarak)

Space and Distance (Ruang dan Jarak)

Space and Distance (Ruang dan Jarak)

Space and Distance (Ruang dan Jarak)

 

Cara kita menggunakan ruang jarak sering kali menyatakan kepada orang
lain sesuatu mengenai diri kita secara pribadi maupun kebudayaan. Aturan-aturan dan prosedur-prosedur yang menentukan ruang jarak dipelajari sebagai bagian dari masing-masing kebudayaan.
Untuk ruang, tidak saja ruang dalam ari fisik tetapi juga beserta furnitirenya/perabotan di dalam ruangannya.
Contoh penggunaan ruang jarak di kantor-kantor :
Orang Amerika Serikat lebih suka ada meja yang membatasi dirinya dengan orang lain. Dalam kebudayaan lainnya seperti Amerika Latin atau Israel, meja dianggap membatasi komunikasi, sehingga orang berusaha untuk mendekati pihak yang diajak berbicara. Orang Amerika Serikat lebih suka membiarkan pintu kamar kerjanya terbuka dan kalau ditutup berarti ada suatu rahasia atau hal yang serius yang dibicarakan. Sedangkan orang Jerman biasa menutup pintu kamar kerjanya dan kalau ada yang membuka atau masuk tanpa permisi, dianggap sangat kurang ajar. Orang Indonesia belajar untuk membuat batas tembok dengan orang lain, yaitu dengan cara bicara dalam nada rendah atau diam. Kebiasaan ini bagi orang Amerika Serikat dapat dianggap sebagai “silent treatment” yang menunjukkan bahwa orang yang bersangkutan sedang marah.

Baca Juga :