Teknik Budidaya Bengkoang Agar Hasilnya Maksimal

Teknik Budidaya Bengkoang Agar Hasilnya Maksimal

Teknik Budidaya Bengkoang Agar Hasilnya Maksimal

Budidaya Bengkoang

Bengkoang, umbi yang satu ini banyak dikenal di masyarakat sebagai bahan makanan khususnya diolah menjadi rujak buah. Khasiat lain adalah pemutih kulit, maka dari itu banyak bahan kosmetik menggunakan umbi bengkoang sebagai bahan utama pembuatan produk mereka. Ada beberapa cara yang tepat untuk penanaman dan pembudidayaan. Berikut adalah cara menanam bengkoang yang dapat anda pelajari.

Pertama adalah pengolahan tanah

Waktu mengolah tanah sebaiknya dilakukan pada saat tanah tidak dalam keadaan basah atau berair, hal ini bertujuan agar struktur tanah tidak rusak. Tujuan pengolahan tanah ini adalah agar tanah menjadi gembur dan pertumbuhan akar beserta umbi dapat berkembang dengan baik.
Pengolahan tanah ringan / gembur dapat dilakukan dengan pembajakan atau dicangkul sebanyak 1 – 2 kali sedalam 20 cm, dan diratakan, lalu langsung ditanami.

Untuk tanah berat dan berair, tanah dibajak atau dicangkul sebanyak 1 – 2 kali sedalam 20 cm, dan dibuat bedengan – bedengan, lalu ditambah dengan saluran drainase yang dapat kita buat secara manual, kemudian setelah selesai pembuatan bedengan, lahan baru dapat ditanami.

Penanaman bengkoang

Penanaman bengkoang dapat kita lakukan setelah bibit / stek dan tanah kita siapkan. Waktu yang tepat untuk penanaman adalah awal musim hujan. Hal ini disebabkan karena bengkoang memerlukan air terutama saat pertumbuhan vegetatif yaitu sekitar umur 4 – 5 bulan, selanjutnya setelah pertumbuhan diatas 5 bulan, kebutuhan akan air nantinya relatif lebih sedikit.

Jarak tanam yang tepat untuk tanaman bengkoang yang dilakukan secara monokultur adalah 100 x 100 ; 100 x 60 ; 100 x 40. Dan jarak tanam tanaman bengkoang secara tumpang sari yaitu dengan diselingi Ubi kayu dengan kacang tanah sekitar 200 x 60 cm. Dan untuk ubi kayu dengan jagung adalah sekitar 100 x 60 cm.

Tujuan utama dari pemberian pupuk yaitu untuk perbaikan struktur tanah

Pupuk anorganik dapat diberikan tergantung dari kesuburan tanah. Dosis pupuk anjuran untuk tanaman bengkoang adalah Urea sebanyak 60 Р120 kg hl/ ha, Lalu TSP sekitar 30 kg P205/ ha, dan terakhir KCL dengan dosis 50 kg K20/ ha. Pupuk dasar diberikan 1/3 bagian dosis dari Urea, KCL, dan seluruh dosis P / TSP dapat  diberikan pada saat tanam. Pupuk susulan diberikan  2/3 bagian dari dosis Urea dan KCL, lalu diberikan pada saat tanaman berumur 3 Р4 bulan. Untuk pemeliharaan dapat dilakukan penyulaman pada usia tanam sekitar 5 bulan atau kurang. Penyulaman dapat dilakukan bersama dengan pembasmian gulma dan hama tanaman lain.

 

Sumber : https://lahan.co.id/